Sabtu, 13 Juni 2020

Speech Production: Error Analysis


Judul     : ERROR ANALYSIS: A CASE STUDY OF MALAYSIAN EFL LEARNERS
Penulis : Ali Al-Halawani


Abstrak
      
      Analisis kesalahan adalah bidang linguistik terapan dan pembelajaran bahasa asing yang sangat signifikan karena ketika menulis atau menerjemahkan suatu bahasa ke dalam bahasa asing, para peserta didik membuat banyak sekali kesalahan. Metode yang digunakan oleh penulis dalam studi kasus ini yaitu dengan mengambil sampel sebanyak 38 mahasiswa dari tahun ketiga dan tahun keempat. Para mahasiswa tersebut diminta untuk menyelesaikan tugas terjemahan dalam kurun waktu satu minggu. Berdasarkan hasil dari penelitiannya, jurnal ini menunjukkan bahwa pelajar bahasa Inggris di Malaysia membuat kesalahan pada kegiatan menulis, termasuk tata bahasa dan kolokasi. Karenanya, studi kasus dalam jurnal ini berharap para guru bahasa Inggris di Malaysia dapat mengajarkan siswa-siswanya untuk menulis dalam bahasa ibu dan bahasa kedua dengan tepat.

Pendahuluan

      Kegiatan menulis bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukan, baik dalam bahasa ibu atau bahasa kedua. Banyak sekali kesalahan yang dibuat oleh para pelajar ketika mereka menulis atau menerjemahkan dari bahasa ibu ke dalam bahasa asing. Kesalahan tersebut dapat mempengaruhi kemajuan mereka dalam proses pembelajaran itu sendiri.

       Di Malaysia, bahasa Inggris adalah bahasa kedua yang diajarkan di sekolah dasar dan menengah. Akan tetapi, masih banyak pelajar yang membuat kesalahan-kesalahan dalam menulis dan menerjemahkan. Kesalahan yang mereka buat itu, baik dalam tugas penulisan maupun terjemahan mencerminkan kemahiran yang relatif buruk, terutama ketika harus memilih istilah atau ungkapan yang sesuai. Maka dari itu, penulis melakukan studi kasus terhadap para pelajar di Malaysia dan menganalisis kesalahan-kesalahannya. Analisis kesalahan ini memiliki beberapa implikasi, baik dalam proses pengajaran ataupun pembelajaran. Hal tersebut memberikan bukti bagaimana suatu bahasa dipelajari. Fokus utama dari analisis kesalahan ini yaitu tata bahasa dan kolokasi memberikan tugas untuk menerjemahkan suatu teks dari bahasa Melayu ke dalam bahasa Inggris.

      Alasan dari studi kasus ini yaitu memeriksa berbagai kesalahan yang dilakukan peserta didik saat mengerjakan tugas terjemahan dari bahasa Melayu ke dalam Inggris. Selain itu, hal tersebut membantu mereka supaya sadar akan kesalahannya, dengan demikian dapat memperbaikinya, serta mendorong siswa untuk berkonsentrasi pada proses dan masalah terjemahan, sehingga memungkinkan mereka untuk bisa menggunakan bahasa Inggris lebih baik.

Isi

      Metode yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu dengan mengambil sampel sebanyak 38 mahasiswa dari tahun ketiga dan tahun keempat. Para mahasiswa tersebut diminta untuk menerjemahkan satu bagian dari kabar berita, dari bahasa Melayu ke dalam bahasa Inggris dalam kurun waktu satu minggu. Kabar berita yang digunakan merupakan kabar berita yang diambil dari situs web www.bernama.com, dengan judul Rayani Air Digantung Tiga Bulan, tanggal April 11, 2016. Kabar berita tesebut memiliki 235 kata secara keseluruhan.

Kesimpulan

      Ketika menulis atau menerjemahkan, para peserta didik membuat banyak sekali kesalahan, baik dalam bahasa ibu atau bahasa asing. Maka dari itu, penulis melakukan studi kasus ini dengan menganalisis kesalahan-kesalahan mereka, yang bertujuan untuk membantu mereka supaya sadar akan kesalahannya dalam menulis atau menerjemahkan, dengan demikian mereka dapat memperbaikinya. Berdasarkan hasil dari study ini, menunjukkan bahwa peserta didik EFL di Malaysia membuat kesalahan dalam tata bahasa dan kolokasi. Guru, perancang silabus, dan lembaga pendidikan disarankan untuk mengadopsi teknik pengajaran yang diusulkan dan direkomendasikan oleh berbagai penelitian mengenai analisis kesalahan untuk membantu peserta didik EFL meningkatkan kompetensi dan prestasi mereka. Karenanya, studi kasus dalam jurnal ini berharap para guru bahasa Inggris dapat mengajarkan siswa-siswanya untuk menulis dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk terus berlatih menulis dalam bahasa ibu dan bahasa kedua dengan tepat.


Limitation of Internet Access for E-Learning During COVID-19 Pandemic

             COVID-19 has occurred since December 2019 with the first outbreak in Wuhan, China. The spread of this virus also has occurred i...